PEMBAHASAN
1. Jaringan dasar adalah jaringan yang membentuk dasar bagi tumbuhan, namun sekaligus juga dapat menunjukkan spesialisasi. (Sihombing, Betsy.et. al.,2000.Panduan Praktikum Biologi Umum. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Jakarta. Jakarta). Jaringan Dewasa (permanen/ nonmeristematik) adalah jaringan yang sudah mengalami proses diferensiasi dan spesialisasi.(Khristiyono.2006.Biologi SMA dan MA.Jakarta. Erlangga). Jaringan dasar dan jaringan dewasa memiliki kesamaan yaitu sama-sama merupakan jaringan yang telah mengalami spesialisasi. Jaringan dasar dapat dibagi menjadi 3 yaitu :
a. Jaringan Parenkim, merupakan jaringan yang paling sederhana sebab hanya sedikit sekali perubahannya dalam sel-sel meristem (Abas, Mohammad, et.al,.2002.Panduan Belajar Biologi. Jakarta. Yudhistira) Memiliki ciri-ciri antara lain : terdiri dari sel-sel hidup yang berukuran besar, dinding sel tipis, berbentuk segi enam, dan memiliki banyak vakuola, letak inti sel mendekati dasar sel, mampu bersifat meristematik, dan mempunyai banyak rongga sel sehingga susunan selnya tidak rapat(Khristiyono.2006.Biologi SMA dan MA.Jakarta. Erlangga). Sel-sel parenkim merupakan sel-sel hidup yang belum cukup sempurna proses spesialisasinya sehingga masih dapat berubah kembali menjadi meristem atau menjadi jaringan-jaringan lain seperti klorenkima dan mesofil (Abas, Mohammad, et.al,.2002.Panduan Belajar Biologi. Jakarta. Yudhistira).
Jaringan parenkim dapat dibedakan berdasarkan fungsinya menjadi :
· Parenkim Asimilasi (klorenkim) adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan berfungsi untuk fotosintesis terdapat di daun.
· Parenkim Penimbun adalah sel parenkim ini dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma, terdapat pada umbi, rimpang dan biji.
· Parenkim Air adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen contohnya pada kaktus.
· Parenkim pengangkut adalah sel parenkim yang berfungsi mengangkut unsur hara dan bahan makanan, letaknya pada xylem dan floem.
· Parenkim Aerenkim adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit.
· Parenkim panutup luka, adalah parenkim yang memiliki kemampuan regenerasi, terletak pada cambium gabus (felogen).
(Khristiyono.2006.Biologi SMA dan MA.Jakarta. Erlangga dan tim edukasi.net.2007.diunduhdarihttp://www.edukasi.net/mapok/mp_files/mp_303/materi07.html.selasa, 6 oktober.21:00.)
b. Jaringan penyokong, jaringan yang berperan menunjang bentuk tumbuhan agar dapat berdiri dengan kokoh. Ciri-cirinya memiliki dinding sel tebal, fungsi umum jaringan penyokong yaitu menguatkan tegaknya batang dan daun, melindungi biji atau embrio dan memperkuat jaringan parenkim penyimpan udara dan jaringan pengangkut (Khristiyono.2006.Biologi SMA dan MA.Jakarta. Erlangga) Jaringan penyokong dibedakan menjadi :
· Jaringan Kolenkim, memiliki penebalan dinding sel yang tidak merata. Penebalan hanya pada sudut-sudut selnya saja. Sel-sel kolenkim tersusun dari sel-sel hidup. Fungsinya sebagai jaringan penunjang organ-organ muda (Abas, Mohammad, et.al,.2002.Panduan Belajar Biologi. Jakarta. Yudhistira).
· Jaringan Sklerenkim, tersusun dari sel-sel yang berdinding tebal dan protoplasmanya mati atau tidak aktif. Jaringan tersebut sering ditemukan pada organ tumbuhan yang telah dewasa (Abas, Mohammad, et.al,.2002.Panduan Belajar Biologi. Jakarta. Yudhistira).
Terdiri atas dua bagian yaitu : serabut sklerenkim, berbentuk panjang dan berujung runcing. Sklereid, berbentuk bulat dan berdinding keras, sehingga tahan terhadap tekanan (Khristiyono.2006.Biologi SMA dan MA.Jakarta. Erlangga).
Dari teori yang telah diungkapkan diatas dapat kita hubungkan dengan hasil pengamatan. Pada pengamatan preparat daun bunga lily terlihat jaringan yang berdinding sel tipis dengan bentuk segi enam, ciri-ciri ini sama seperti ciri-ciri jaringan parenkim, selain itu parenkim juga dapat terspesialisasi menjadi bentuk lain dan dalam daun bunga lily parenkim terspesialisasi menjadi jaringan pengangkut xylem dan floem.
Parenkim juga dapat kita lihat pada preparat akar jagung, batang jagung dan batang bunga mawar, pada preparat ini parenkim terlihat sebagai spesialisasi membentuk xylem dan floem serta penyusun korteks dan penyusun bagian dasar dari batang tumbuhan. Pada preparat daun karet kita dapat menemukan parenkim dalam bentuk spesialisasinya yang lain berupa jaringan palisade dan jaringan bunga karang serta sebagai jaringan pengangkut juga.
Jaringan kolenkim dengan ciri-ciri dinding sel mengalami penebalan pada bagian sudutnya dapat kita temukan pada pengamatan preparat daun karet, jaringan kolenkim selalu terletak berdekatan dengan epidermis daun baik yang diatas maupun dibawah. Kita dapat menemukan jaringan kolenkim pada daun karet karena daun karet merupakan organ tubuh muda tumbuhan, jaringan kolenkim sendiri berfungsi sebagai penyokong jaringan muda sehingga kita dapat menemukan kolenkin pada daun, selain itu kolenkim tersusun atas sel-sel yang masih hidup dan pada daun tersebut sel-sel masih hidup serta kolenkim juga mengandung klorofil.
Jaringan sklerenkim dengan ciri-ciri dinding sel yang tebal dan tersusun atas sel-sel yang telah mati dapat kita temukan pada pengamatan tempurung kelapa, Karena tempurung kelapa adalah bagian tubuh dari buah kelapa yang telah mati sel-selnya sehingga terlihat kering, berwarna cokelat dan keras. Tempurung kelapa juga merupakan organ yang telah dewasa dan oleh karena itu kita dapat menemukan jaringan sklerenkim pada tempurung kelapa tersebut.
2. Ikatan pembuluh atau jaringan pengangkut terdiri dari xylem dan floem :
- Xylem merupakan jaringan kompleks yang berfungsi sebagai jaringan pengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun (Abas, Mohammad, et.al,.2002.Panduan Belajar Biologi. Jakarta. Yudhistira). Sel-sel jaringan tersebut panjang-panjang menyerupai serabut. Xylem tersusun atas trakeid yaitu sel yang dindingnya mengalami penebalan oleh lignin dan mati pada saat dewasa (Khristiyono.2006.Biologi SMA dan MA.Jakarta. Erlangga), dikatakan trakeid jika batas diantara sel-sel penyusunnya tampak berlubang-lubang yang disebut pit, sedangkan dikatakan trakea jika dinding batas di antara sel-sel penyusunnya telah hilang dan terdapat lempeng perforasi (Abas, Mohammad, et.al,.2002.Panduan Belajar Biologi. Jakarta. Yudhistira) dan komponen pembuluh, yaitu sel-sel yang berbentuk silinder yang ujungnya bersambung membentuk tabung yang mati setelah dewasa (Khristiyono.2006.Biologi SMA dan MA.Jakarta. Erlangga). Xylem tersusun atas parenkim xilem, serabut xilem, trakeid, dan unsur pembuluh (timedukasi.net.2007.diunduhdarihttp://www.edukasi.net/mapok/mp_files/mp_303/materi07.html.selasa, 6 oktober.21:00)
- Floem merupakan jaringan kompleks dan berfungsi sebagai jaringan pengangkut, dengan zat yang diangkut umumnya senyawa organic hasil fotosintesis yang terjadi di daun (Abas, Mohammad, et.al,.2002.Panduan Belajar Biologi. Jakarta. Yudhistira). Floem tersusun dari komponen pembuluh, sel tetangga, parenkima dan serat. Komponen pembuluh tersusun dari sel-sel panjang yang ujung-ujungnya menyatu sehingga membentuk pembuluh. Dinding batas kedua sel berlubang-lubang seperti tapisan sehingga disebut pembuluh tapis (Abas, Mohammad, et.al,.2002.Panduan Belajar Biologi. Jakarta. Yudhistira). Komponen floem merupakan sel-sel yang hidup. Setelah dewasa nucleus dari sel-sel pembuluh tapis tersebut hilang, sehingga pembuluh tapis tersebut hidup tanpa nucleus yang merupakan suatu keistimewaan (Abas, Mohammad, et.al,.2002.Panduan Belajar Biologi. Jakarta. Yudhistira). Setiao komponen pembuluh tapis berhubungan dengan satu atau beberapa sel tetangga. Sel-sel tersebut berupa sel parenkima yang terbentuk satu kesatuan fisiologis yang erat sehingga sel tetangga akan mati jika sek komponen pembuluh tapis tidak berfungsi (Abas, Mohammad, et.al,.2002.Panduan Belajar Biologi. Jakarta. Yudhistira). Floem tersusun atas parenkim floem, serabut floem, pembuluh tapis, sel pengiring (hanya terdapat pada Angiospermae ) (timedukasi.net.2007.diunduhdarihttp://www.edukasi.net/mapok/mp_files/mp_303/materi07.html.selasa, 6 oktober.21:00).
Dari teori yang telah diungkapkan diatas, dapat dihubungkan dengan hasil pengamatan. Dari hasil pengamatan berbagai jenis preparat, hampir seluruh preparat yang diamati memiliki jaringan pengangkut (ikatan pembuluh) xylem dan floem baik yang diakar, batang maupun daun, kecuali pada preparat tempurung kelapa. Pada preparat tempurung kelapa tidak ditemukan ikatan pembuluh karena tempurung kelapa tersusun atas sel-sel yang telah mati sedangkan jaringan pengagkut tersusun dari sel-sel yang masih hidup, oleh karena itu kita tidak dapat menemukan jaringan pengangkut pada tempurung kelapa.
3. Struktur Jaringan akar, batang dan daun
a. Akar, fungsi utama akar adalah sebagai tempat terjadinya osmosis dan difusi. Akar dibagi menjadi dua macam yaitu akar monokotil dan dikotil. Jaringan yang menyusun akar adalah jaringan epidermis, jaringan gabus, dan jaringan parenkima (dikutip dari : Buku Biologi kelas XI oleh Istamar Syamsuri). Pada hasil pengamatan yang kami lakukan yaitu terhadap sample akar jagung, kami mengamati bahwa pada penampang melintang akar jagung kami melihat jaringan epidermis yang terdiferensiasi menjadi endodermis dan hypodermis. Dia akar, juag kami menemukan jaringan parenkima yang masih hidup. Jaringan parenkima pada akar jagung yaitu xylem dan floem. Berkas pembuluh dari akar jagung menyebar dan tidak teratur. Xilemnya menyebar mengelilingi floem.
b. Batang, fungsi utama dari batang adalah sebagai penyokong tubuh tanaman. Jaringan yang menyusun batang adalah jaringan epidermis, jaringan parenkima, kolenkima dan jaringan gabus. Sesuai dengan hasil pengamatan kami terhadap sample batang bunga mawar, kami juga menemukan jaringan epidermis yang tebal karena dinding selnya menebal dengan lapisan lilin yang menutupi. Dibawah jaringan epidermis kami menemukan lapisan endodermis yang merupakan diferensiasi jaringan epidermis (dikutip dari : Buku Biologi kelas XI oleh Istamar syamsuri). Dibawah lapisan endodermis terdapat jaringan parenkima yang tersusun atas sel-sel bersegi benyak. Jaringan parenkima juga merupakan jaringan dasar. Di batang bunga mawar kami juga menemukan jaringan gabus atau spons yang menyokong/ menguatkan batang. Berkas pembuluh dari batang bunga mawar juga terlihat jelas dengan xylem mengelilingi floem.
Daun, fungsi utama daun adalah sebagai tempat terjadinya fotosintesis. Daun tersusun atas jaringan epidermis, kolenkim, palisade, bunga karang dan jaringan pengangkut. Jaringan epidermis atas pada daun biasanya dilindungi oleh lapisan kutikula atau lilin untuk mencegah terjadinya penguapan yang terlalu besar. Di jaringan epidermis pula kita menemukan stomata sebagai tenpat kelusr masuknya udara. Dibawah jaringan epidermis terdapat jaringan kolenkim yang terdapat didekat permukaan dan di bawah epidermis pada batang, tangkai daun dan ibu tulang daun. Sel kolenkima biasanya memanjang sejajar dengan pusat organ tempat kolenkima itu terdapat. Fungsi jaringan kolenkima adalah sebagai penyokong pada bagian tumbuhan muda yang sedang tumbuh. Kemudian jaringan palisade, jaringan bunga karang atau spons yang merupakan jaringan penguat dan tempat melekatnya berkas pembuluh. Berkas pembuluhnya pun teratur.